fbpx

Mokshfeast 2019

Tahun 2019 menjadi tahun yang cukup istimewa bagi Jawa Timur khususnya. Pasalnya, di negeri seribu ombak ini, untuk kali kedua festival urban tersebut kembali digelar. Lebih dari 500 peserta dipastikan larut dalam kehangatan alam.

Sukses di tahun 2017 lalu, festival bertajuk Mokshfeast ini kembali digelar. Sebuah event art and culture festival yang mengusung filosofi moksha. Dalam terminologi Hindu, moksha berarti menyatunya manusia dengan alam. Semangat inilah yang ingin dibawa Mokshfeast dalam perhelatan event yang akan diselenggarakan di pantai Banyu Meneng, Kabupaten Malang pada 26-27 Oktober 2019.

Mokshfeast The Untold Story 2019

Di bawah manajemen Moksha Indonesia, Mokshfeast barangkali jadi satu-satunya event di Indonesia yang menggabungkan musik, seni dan petualangan alam dalam satu paket festival. Serunya lagi, peserta bisa melakukan aktifitas air di pantai Banyu Meneng yang tenang. Mulai dari paddle board, kayak hingga menikmati dunia bawah air lewat snorkeling.

“Mokshfeast terinspirasi konsep Electric Forest yang digelar di Michigan, Amerika Serikat dan Wonderfruit yang diadakan di Pattaya, Thailand. Dua event bergengsi inilah yang kemudian menjadi nafas kami (Mokshfeast),” ungkap Managing Director Moksha Indonesia, Rachmad Setiawan.

Menurutnya, peserta seakan-akan bisa merasakan berada di Electric Forest dan sekaligus menikmati festival seni dan budaya ala Wonderfruit dalam satu paket event. Karenanya, event ini menjadi begitu unik dan mungkin menjadi satu-satunya di Indonesia.

Satu Pangung Seribu Rupa

Tahun ini, Mokshfeast berhasil menggandeng seniman- seniman handal untuk menciptakan ruang seni lewat art corner. Beberapa instalasi seperti landmark dan main stage bahkan dikerjakan secara khusus untuk merepresentasikan kekuatan art culture. Memanfaatkan potensi alam, seni instalasi ini akan diekspos untuk seluruh peserta.

Seniman-seniman lain seperti, face and body painting, hair styling, slackline, tarot, seniman kayu oleh mantan pecandu narkoba yang tergabung dengan Sahawood, dan Saka Coffee yang mampu memberikan nyawa dan cerita untuk kopi juga siap menjadi atraksi unik yang wajib dicicipi peserta. Satu sesi yang juga selalu ditunggu peserta adalah sunrise dan sunset yoga yang dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman dari Urban Athletes Surabaya.

Mokshfeast 2019 e-Flyer

Melodi untuk Bumi

Pesan kearifan lokal dan pelestarian lingkungan juga jadi perhatian utama di event ini. Tak tanggung-tangung, jajaran pengisi music atau line up tak hanya sebagai musisi tapi juga aktivis lingkungan. Sebut saja, vokalis band Navicula, Gede Robi, inisiator serial video dokumenter berjudul ‘Pulau Plastik’. Lewat video itu, ia melakukan protes keras terhadap kerusakan lingkungan akibat plastik. Gede Robi akan berbagi ide dan pengalaman seputar pelestarian alam dalam sharing session.

Ada pula, Ninda Felina, DJ cantik yang memulai karirnya sebagai model ini bahkan saat ini menjadi anggota Greenpeace. Proyek terbarunya, Save Our Sound untuk Papua, membawanya untuk melakukan kampanye nyata tentang lingkungan lewat musik. Melalui Greenpeace, Ninda sudah beberapa kali keluar-masuk hutan rimba. Bahkan dirinya menciptakan musik dari elemen-elemen alam yang ada di hutan. Musik-musik berelemen hutan itu didedikasikan sebagai sarana penyelamatan hutan Indonesia melalui suara-suara satwa dan alam yang direkamnya.

Selain mereka berdua, masih ada puluhan pengisi panggung utama Mokshfeast. Mulai dari DLYTRB, Surabaya Soul Gang, Audigroove Live, FA Percussion, Relativeprimitive hingga tari Topeng Malangan yang legendaris itu.

Kunjungi Kolam Berusia Ratusan Tahun

Setelah semalaman pengunjung tidur dalam tenda, saat pagi, selain sesi yoga dan sajian makanan khas pesisir selatan (ikan dan olahan hasil laut) peserta Mokshfeast juga dibawa dalam perjalanan seru mengunjungi sebuah teluk yang berada di sebelah barat pantai Banyu Meneng. Teluk ini memiliki kolam alami yang terbentuk selama ratusan tahun. Peserta bebas berenang di dalamnya.

Menempuh perjalanan sekitar satu jam, peserta dapat melihat secara langsung keindahan teluk Bidadari ini. Selama perjalanan, peserta akan melintasi kawasan hutan lindung yang menjadi habitat asli Lutung Jawa dan sebuah pantai terpencil tempat bertelurnya Penyu Hijau. Dua spesies ini mulai terancam punah akibat perburuan dan berubahnya fungsi hutan.

Peserta Mokshfeast memang sengaja dibawa ke sebuah perjalanan alam untuk mengenal dan mencintai alam secara lebih dekat. Pengalaman seperti ini yang barangkali tidak bisa didapatkan di event festival manapun di Indonesia. Peserta akan memiliki ceritanya sendiri yang akan selalu dikenang sepanjang hidupnya.

Mandala, Gatra dan Tantra

Mokshfeast secara filosofis memang diambil dari istilah moksha yakni penyatuan diri manusia dengan alam semesta. Sementara feast adalah pesta atau perayaan. Dalam terminologi Hindu, moksha dimaknai sebagai pencapaian kesadaran tertinggi manusia tentang eksistensinya di alam semesta.

Untuk mencapai moksha, banyak tahapan dan tantangan yang harus dilalui, salah satunya melepas ikatan duniawi. Nah, moksfeast sendiri mencoba mengadopsi ini dengan memberikan pemaknaan yang lebih sederhana yakni mengajak peserta untuk melepaskan sejenak rutinitasnya dan menikmati hubungannya dengan alam dan kebudayaan.

Pemilihan istilah Mandala, Gatra dan Tantra untuk tiket Mokshfeast tahun ini lebih pada pertimbangan edukasi tentang konsep hidup (Moksha). 3 elemen itu diharapkan akan selalu jadi pengingat bahwa untuk mencapai moksha dibutuhkan setidaknya tiga konsep ini.

Mandala: Merepresentasikan simbol alam semesta yang tak pernah putus (infinity). Puncak dari pusat kesadaran dan penyerahan diri manusia pada hakikat penciptaan.

Mandala Ticket

Harga tiket Mandala Rp.3.500.000 per tenda dengan fasilitas tenda dome privat untuk dua (2) orang (ukuran 445 x 228 x 190 cm), mattress (kasur), sleeping pad, sleeping bag, bantal angin untuk setiap orang, lampu dan kunci tenda. Include juga official Mokshfeast starter pack, Mandala refreshment complimentary dan shuttle bus dari meeting point menuju ke venue (pulang pergi).

Gatra: Eksistensi bentuk atau wajah yang menyiratkan makna, tiap manusia memiliki naluri dasar untuk hidup berkelompok dalam keselarasan lingkungan.

Gatra Ticket

Harga tiket Gatra Rp.3.000.000 per tenda dengan fasilitas tenda dome privat untuk empat (4) orang (ukuran 410 x 220 x 175 cm), sleeping pad, sleeping bag, bantal angin untuk setiap orang, lampu dan kunci tenda. Include juga official Mokshfeast starter pack dan shuttle bus dari meeting point menuju ke venue (pulang pergi).

Tantra:Sebuah pengetahuan tentang inti kehidupan. Digambarkan sebagai pondasi hidup dan salah satu jalan yang menuntun manusia mencapai Moksha.

Tantra Ticket

Harga tiket Tantra Rp.1.000.000 per orang dengan fasilitas tenda rofi yang disediakan terpisah untuk laki-laki dan perempuan, kapasitas tenda untuk enam (6) orang (ukuran 300 x 600 x 220 cm), sleeping pad, sleeping bag, lampu dan kunci tenda. Include juga official Mokshfeast starter pack dan shuttle bus dari meeting point menuju ke venue (pulang pergi).

Tiket Mokshfeast dapat diperoleh secara online di website Mokshfeast The Untold Story (www.mokshfeast.com) yang sepenuh sudah terintegrasi dengan payment gateway dalam negeri Midtrans. “Pembelian tiket Mokshfeast sepenuh bisa dilakukan secara online melalui website yang dijamin aman dan nyaman,” ungkap Mamak Kurniawan alias Mamak Moksha dari departemen digital-nya Moksha Indonesia. “Selain itu calon peserta Mokshfeast sekarang lebih dimudahkan dalam pembayaran tiket menggunakan berbagai metode pembayaran seperti, bank transfer, virtual account, debit card dan credit card, serta e-wallet seperti GO-PAY dan e-installment seperti AKULAKU,” Mamak Moksha menambahkan.

Adapun untuk makanan, peserta bisa membeli langsung dari kedai makanan lokal, yang sebagian besar menunya adalah aneka menu segar dari hasil nelayan lokal seperti ikan dan olahan hasil laut lainnya.(*)

Untuk segala pertanyaan tentang Mokshfeast The Untold Story silahkan menghubungi kontak berikut ini:
Hotline Number: +62 812–2679–5775
Email Address: info@mokshfeast.com
Instagram Account: @mokshfeast.id
Facebook Page: Mokshfeast The Untold Story (@mokshfeast.moksha)
YouTube Channel: Mokshfeast The Untold Story
Official Website: www.mokshfeast.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Ask via WhatsApp