fbpx

Newsletter Mokshfeast Edisi No 08/MF2/2019

Mokshfeast Art Corner

Satu Panggung, Seribu Rupa

Apa yang membuat Mokshfeast tahun ini jauh lebih berwarna? Jawabannya adalah art corner. Para pelaku seni berkumpul disini. Mereka berada dalam satu panggung yang sama namun memiliki seribu rupa.

Harus kita akui. Peradaban banyak melahirkan tradisi dan kesenian yang sangat tua bahkan lahir kembali di era modern ini. Sebut saja slackline. Tak banyak yang tahu soal slackline ini. Menyebut namanya pun hampir tak terbesit dalam memori otak. Namun siapa sangka jika tradisi ini yang akhirnya berevolusi jadi aktivitas olahraga yang menyenangkan itu, pernah hidup pada tahun 57 SM di Korea.

Bahkan sejarah mencatat, kesenian slackline telah muncul di masa Yunani kuno. Slackline masuk di Indonesia pertama kali tahun 2008, adalah Arka Setiawan seorang pemanjat tebing asal Jokjakarta mencoba olahraga ini di Jerman. Namun saat itu olahraga ini masih kurang populer bagi masyarakat kita dan upayanya pun gagal tanpa hasil. Stackline sendiri adalah olahraga yang menitikberatkan pada teknik keseimbangan berjalan diatas seutas tali, tali yang biasa digunakan adalah tali webbing dengan ketinggian tertentu diatas permukaan tanah.

Dulu, aktivitas slackline dijadikan sebagai atraksi seni yang menggabungkan tarian, musik dan drama. Meski kini lebih banyak dikenal sebagai aktivitas berolahraga, slackline masih berjuang untuk mencari popularitasnya. Peserta Mokshfeast dapat mencicipi langsung aktifitas yang kaya cerita ini sekaligus menguji dan melatih keseimbangan di atas seutas tali. Kawan-kawan dari komunitas slackline Malang akan banyak membagikan ilmunya untuk semua peserta.

Face painting dan Hair Styling

Puas bermain slackline, peserta bisa menikmati fasilitas face painting dan hair styling yang langsung dibuat oleh salah satu seniman painting terbaik di Jawa Timur. Bagi sebagian orang, aktifitas ini tentu saja sangat menyenangkan. Karya seniman-seniman ini bahkan mampu membuat semua moksha people menjadi orang yang berbeda.

Seni make up ini akan dipandu oleh sanggar We Can Do It. Beragam tema unik sesuai dengan kepribadian tiap orang akan diwujudkan dalam karya seni indah di atas wajah. Sementara, Cindy dkk. akan mempercantik mahkota tubuh anda dengan keterampilannya yang menakjubkan dalam menata rambut peserta Mokshfeast. Menarik bukan?

Membaca Masa Depan

Bagi peserta yang menginginkan aktivitas yang lebih personal, membaca peruntungan melalui kartu tarot juga wajib dicoba. Dalam budaya Barat, kartu Tarot dipercaya memiliki kemampuan untuk meramal masa depan, nasib dan peruntungan, kartu Tarot bahkan dipakai sebagai alat untuk mencapai alam bawah sadar. Di negara-negara seperti Prancis, Italia, Swiss, Austria dan Jerman, Tarot masih menjadi permainan kartu favorit.

Tarot memang memiliki sejarah yang cukup panjang dan memiliki latar belakang cerita yang sangat terkait dengan permainan kartu remi seperti yang kita kenal sekarang. Permainan Tarot bukan sekedar makna mistis namun lebih dari itu, Tarot adalah sejarah dan budaya yang sampai sekarang masih hidup dan tumbuh di belahan dunia ini. Soal percaya atau tidak tentu tergantung dari individu masing-masing. Yang pasti, Tarot adalah sebuah budaya yang tentu tidak boleh dilupakan sebagai bagian dari sejarah manusia.

Semua ini tersaji apik di Mokshfeast 2019. Mereka berkumpul dalam satu panggung namun memiliki seribu rupa. Tunggu apalagi, kapan lagi bisa melakukan yoga di pantai yang tenang dan sejuk jika tidak di Mokshfeast. Pesan sekarang tiketnya, secara online di www.mokshfeast.com (*)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Ask via WhatsApp