fbpx

Newsletter Mokshfeast Edisi No 09/MF2/2019

Talent On Stage (1)

Kidung Indah Untuk Bumi

Ninda Felina dan Robi Navicula jadi salah satu andalan yang siap menghentak panggung Mokshfeast 2019. Uniknya, mereka adalah musisi sekaligus activist lingkungan. Lewat musik mereka ingin lebih lantang berbicara.

Sebut saja Ninda Felina. Selain dikenal sebagai DJ dan Model, perempuan cantik ini ternyata juga aktivis Greenpeace lho. Ninda juga bisa dikenali melalui Decide The Series yang sempat viral di YouTube. Mengusung music bergenre Techno dan House, pemilik project Save Our Sounds untuk Papua dan penyuka DJ Laurent Garnier ini akan menjadi salah satu penampil yang sayang untuk dilewatkan.

Melalui Greenpeace, Ninda sudah beberapa kali keluar-masuk hutan rimba. Bahkan dirinya menciptakan musik dari elemen-elemen alam yang ada di hutan. Musik-musik berelemen hutan itu didedikasikan sebagai sarana penyelamatan hutan Indonesia melalui suara-suara satwa dan alam yang direkamnya.

“Saya tidak memungkiri kalau sebenarnya stigma itu dekat dengan profesi yang saya jalani. Saya tidak bermaksud mengotak-ngotakkan, tapi stigma seperti itu ada di profesi apa pun. Kalau saya pribadi tidak mau ambil pusing dengan omongan orang, terserah mereka mau bilang apa yang penting saya tidak melakukan hal itu dan saya sangat menikmati profesi saya, menurut saya ini passion saya,” jelas Ninda seperti dikutip dari media Indonesia online.

Proyek terbaru Ninda ialah Save Our Sounds yang dilakukan di hutan Papua Barat. Proyek ini mengangkat perlindungan hutan melalui musik dan visual. Ninda mencari cara unik dan kreatif agar meng-engage masyarakat urban yang jauh dari hutan yang tidak tahu tentang hutan lewat music dan visual. Suara-suara alam yang ia kumpulkan lalu diolah menjadi dance track berjudul Birds of Paradise yang sudah dirilis di digital platform.

Robi Navicula, Melawan Dengan Musik

Selanjutnya ada Robi Navicula. Ya, vocalist band Navicula ini sejak awal memang sangat konsen dengan isu-isu lingkungan. Bahkan dirinya sendiri secara personal, secara disiplin mulai mengurangi ketergantungan pada material plastik. Isu seputar bahaya plastik untuk lingkungan menjadi fokus utama laki-laki berdarah Bali ini.

Sepak terjangnya pada isu-isu lingkungan telah menginspirasi banyak orang. Salah satu protesnya yang paling keras, lewat serial film documenter berjudul Pulau Plastik. Film ini ia inisiasi sendiri dan digarap bersama timnya.

Sejak kuliah di jurusan pariwisata, pria bernama lengkap Gede Robi Supriyanto ini lebih tertarik mendiskusikan isu lingkungan. Bahkan ia dan beberapa temannya membuat LSM untuk menjembatani cita-citanya itu. Dalam sejumlah akun medsosnya, pendiri band genre grunge “Navicula” bangga mencantumkan biodata sebagai musisi dan petani. Bisa terlihat dari sejumlah lagu-lagu Navicula jadi anthem, semacam mars sejumlah isu sosial lingkungan di Indonesia. Misalnya Mafia Hukum, Orang Utan, Metropolutan, Ibu, Busur Hujan, dan lainnya.

Penampilan kedua musisi dan aktivis ini bisa kalian nikmati hanya di Mokshfeast 2019. Bayangkan, bagaimana jadinya jika mereka bertemu dalam satu panggung yang sama. Pasti sangat seru bukan? Pesan sekarang tiketnya, secara online di www.mokshfeast.com (*)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Ask via WhatsApp